BINTANGSULUT.COM – Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pimpinan Pusat dan Daerah tahun 2021. Rakor berlangsung tiga hari,  20-23 April 2021 di Bogor, Jawa Barat.

Rakor mengangkat tema “Percepatan Transformasi Digitalisasi Layanan”. Dirjen Bimas Kristen Thomas Pentury menggarisbawahi  pentingnya mematangkan implementasi tiga isu strategis, yaitu:  moderasi beragama, reformasi birokrasi, dan digitalisasi layanan.

“Ini harus segera diimplementasikan oleh jajaran Direktorat Jenderal Bimas Kristen. Kondisi pandemi Covid-19 seperti ini mengajarkan kita harus ada solusi yang konkrit untuk meningkatkan pelayanan,” kata Thomas Thomas Pentury mengingatkan jajarannya, di Bogor, Rabu (21/4/2021).

Disampaikan Thomas Pentury, bahasan rakor berangkat dari  evaluasi program kerja  2020 dan pematangan pelaksanaan program prioritas 2021. Rakor  melihat dan mengukur sejauh mana nilai efisiensi program yang sudah dilaksanakan. Selain itu, Rakor juga membahas Rencana Program tahun 2022.

“Program berdampak positif berarti berjalan secara efisien. Nilai efisiensi harus konsisten dengan kenaikan realisasi anggaran pada tiap triwulannya,” kata Thomas.

“Saya minta serapan anggaran tahun 2021 ini harus semakin baik dari tahun sebelumnya,” sambungnya.

Rakor nasional ini diikuti  477 peserta.

Provinsi Sulawesi Utara

Rapat koordinasi ini diikuti oleh kantor Wilayah Agama Provinsi Sulawesi Utara, bertempat disala satu hotel ternama dikota Manado.

Diikuti langsung kepala kantor wilayah Kemenag Bapak  H Anwar Abubakar SAg. MPd dan Kepala bidang Bimas Kristen Dr Jenny Sampouw beserta 26 Peserta lainya dari 15 kab/kota se-provinsi Sulut.

Dalam wawancara dengan Kakanwil diwakili kabid Bimas Kristen Dr Jenny Sampouw mengatakan tiga isu strategis, yaitu:  moderasi beragama, reformasi birokrasi, dan digitalisasi layanan bagi umat menjadi tugas wajib bagi kami di Sulut untuk mengimplementasikan.

” Kami selalu melakukan koordinasi kerja dengan kabupaten/kota se- Sulut, efaluasi kinerja bagi semua stacholder dan penyuluh lapangan dalam setiap laporan menjadi tolak ukur pencapaiaan-pencapaiaan, kerjasama juga dengan denominasi golongan agama kristen dan Agama menjadi panduaan terkoneksinya pelayanan di Sulut”. kata kabid Dŕ Jenny Sampouw kepada wartawan media ini, kamis 22 april 2021 dihotel Quality Manado.

Lanjut Sampouw ” serapan anggaran tahun 2020 di Kanwil Agama Sulut mencapai 96%, ini berarti kinerja Kanwil Sulut sudah sangat maksimal, apalagi kita tahu, Kanwil selalu mendapat opini wajar tanpa pengecualiaan (WTP), dan tentunya saya berharap ditahun 2021 ini, tidak akan berbeda dengan tahun 2020, harap Sampouw.

Ditambahkanya pula ada beberapa program khusus tahun 2022 yang nantinya akan di bahas selama 3 hari ini, walaupun belum dapat dijelaskan Sampouw karena Rakoor akan ditutup besok hari.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here