IMG-20200403-WA0064

Manado, BINTANGSULUT.COM – Presiden Joko Widodo atau Jokowi resmi melantik 9 tokoh menjadi Anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) periode 2020-2024 yang dilakukan di Istana Negara pada hari kemarin, Rabu (19/08/2020).

Pelantikan tersebut berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 54/M/2020 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kompolnas.

Satu tokoh dari 9 tokoh yang dilantik Jokowi tersebut adalah Inspektur Jenderal Polisi (Purn) Benny J. Mamoto yang menjabat sebagai anggota atau kommisioner.

Benny Mamoto dilantik seabagi satu dari 3 perwakilan dari unsur pakar kepolisian. Hal tersebut berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 17 Tahun 2011 tentang Kompolnas, dimana susunan keanggotaan terdiri dari tiga orang dari unsur pemerintah, tiga orang dari pakar kepolisian, dan tiga orang dari tokoh masyarakat.

Anggota Kompolnas dari unsur pakar kepolisian dan tokoh masyarakat dipilih melalui proses seleksi. Enam orang yang terpilih merupakan pihak yang lolos seleksi dari 12 nama yang diajukan ke Jokowi.

Adapun tokoh yang mewakili pakar kepolisian di antaranya Inspektur Jenderal Polisi (Purn) Benny J. Mamoto dan Pudji Hartanto Iskandar serta Albertus Wahyurudhanto.

Sementara mewakili tokoh masyarakat, ada Yusuf sebagai anggota dan Muhammad Dawam serta Poengky Indarti.

Sosok Benny Mamoto

Benny sering menangani kasus-kasus narkoba dari yang kecil hingga skala besar hinga boleh dibilang, sudah menjadi hal yang sangat familiar bagi seorang pria kelahiran Manado Sulawesi Utara ini. Ia pernah menjabat sebagai Direktur Badan Narkotika Nasional (BNN) 2009-2012.

Benny lahir dari keluarga dengan adat Minahasa yang kental, sehingga membuatnya memiliki sifat yang tegas dan bertanggungjawab seperti yang diajarkan oleh kedua orangtuanya.

Pria bernama lengkap Benny Josua Mamoto ini merupakan alumnus Fakultas Hukum Universitas Krisnadwipayana, dengan gelar sarjana yang ia dapatkan pada tahun 1992. Sebelumnya ia sudah terlebih dahulu menempatkan diri di Pendidikan AKABRI Kepolisian pada 1977.

Setelah lulus dari Universitas Krisnadwipayana, ia kemudian melanjutkan studinya di Universitas Indonesia, mengambil program S2 dalam bidang Kajian Ilmu Kepolisian dan berhasil lulus pada tahun 2002. Ia pun resmi mendapatkan gelar doktor di bidang yang sama di Universitas Indonesia pada tahun 2008.

Bagi Benny, penanggulangan masalah Narkoba yang banyak ia tangani di daerah Aceh dan Mandailing Natal memerlukan strategi khusus agar mampu dibasmi secara tuntas dan menyeluruh. Ia menyebutnya sebagai totalitas, seperti halnya dalam sepak bola ia mengenal istilah total football, sebuah gaya permainan sepak bola menyerang dan agresif.

Menurutnya, kombinasi antara determinasi, kesigapan, dan kerjasama berbagai pihak diharapkan dapat memberantas maraknya kasus Narkoba di Aceh, dan Indonesia secara umum. Aceh memang dikenal sebagai lahan ganja yang sangat subur, sehingga langkah konkret yang perlu dilakukan menurut Benny adalah menutup lahan-lahan penanaman ganja tersebut dengan mengejar pihak yang terkait sampai ke akar-akarnya.

Benny Mamoto terakhir menjabat sebagai Deputi Bidang Pemberantasan BNN. Ia dikenal sebagai sosok yang profesional dan loyal terhadap masyarakat. Ia sempat mendapatkan berbagai penghargaan seperti Satya Lencana Kesetiaan, Bintang Bhayangkara Nararya, dan lain sebagainya sebagai bukti kapabilitas dan loyalitas yang dimilikinya.

Namun tak hanya prestasi di bidang kepolisian saja, Benny juga turut andil dalam pemecahan rekor MURI sebagai pemrakarsa kegiatan pawai salib dalam peringatan hari Paskah oleh masyarakat Minahasa Utara (Minut) pada April 2012.

Atas tugas yang baru ini, Pemimpin Redaksi bintangsulut.com mengucapkan selamat kepada para tokoh yang dilantik, secara khusus kepada Irjend Pol (Purn) Dr. Benny J. Mamoto.

“Selamat kepada para tokoh, terutama penasehat saya diRelawan Autis provinsi Sulut Irjend Pol (Purn) Dr. Benny J. Mamoto. Selamat bertugas, semoga tambah sukses dan senantiasa amanah untuk kebaikan bangsa dan negara,” ucap Resa.

(Resa Sky)

IMG-20200403-WA0064

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here