BINTANGSULUT.COM – Pemerintah berupaya mengurangi dampak ekonomi terhadap masyarakat yang ditimbulkan oleh pandemi Covid-19. Untuk itu, pemerintah telah mengeluarkan sejumlah kebijakan dan bantuan sosial untuk memberikan stimulus dan insentif bagi masyarakat.

Di antaranya, para penerima manfaat Kartu Sembako akan mendapat tambahan sebesar Rp50.000. Jadi, program Kartu Sembako menjadi Rp200.000 per keluarga penerima yang diberikan selama enam bulan.

Pemerintah juga menyadari akan adanya pekerja harian yang kehilangan penghasilan, pengusaha mikro dan kecil yang kehilangan pasar dan omzet, dan kemungkinan para pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja. Untuk itu, pemerintah mempercepat implementasi program Kartu Prakerja, sekaligus meningkatkan kompetensi serta kualitas SDM.

Dengan alokasi anggaran sebesar Rp10 triliun, nantinya setiap peserta Kartu Prakerja akan diberikan honor insentif Rp1 juta per bulan selama 3-4 bulan. Semoga dengan pemberian stimulus ini, daya beli masyarakat tetap dapat dipertahankan.

Penyebaran Covid-19 telah benar-benar memperlambat perekonomian dunia, termasuk negara kita, Indonesia. 186 negara telah terpapar virus korona.

Pemerintah terus bekerja keras untuk mengantisipasi hal ini, untuk mempertahankan daya beli masyarakat, mengurangi risiko PHK (pemutusan hubungan kerja), dan mempertahankan produktivitas ekonomi, produktivitas masyarakat di seluruh wilayah Tanah Air, Indonesia”. Kata Jokowi

Selain berbagai bentuk bantuan dan relaksasi kredit bagi usaha mikro dan usaha kecil, dan sebagainya, pemerintah juga memberikan dua stimulus kepada masyarakat berpenghasilan rendah yang sedang melakukan kredit kepemilikan rumah bersubsidi.

“Dua stimulus itu berupa pemberian subsidi selisih bunga selama 10 tahun jika bunga kreditnya di atas lima persen, dan subsidi bantuan uang muka bagi yang akan mengambil kredit rumah bersubsidi”. Ungkap Presiden RI.

(Resa Sky)

bintangsulut.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here