BINTANGSULUT.COM – Beredarnya video berdurasi 26 detik yang sudah viral di medsos dengan menayangkan suasana disebuah ruang kelas, disitu terlihat seseorang yang mengenakan seragam putih-abu-abu dipegangi kaki dan tangannya oleh sejumlah orang.

Organ intim si siswi dipegang-pegang oleh pria maupun perempuan yang memegangi kaki dan tangan si siswi disalah satu sekolah SMK di kabupaten Bolaang Mongondow Provinsi Sulut.

Richard Sualang anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara yang juga personil komisi 4 angkat bicara terkait video viral tersebut.

Kepada awak media Sualang mengatakan pihaknya sangat prihatin karena ternyata Sulut sudah pernah mengalami kasus pembunuhan Guru beberapa waktu lalu, kemudian kasus ini boleh dikatakan adalah kasus seksual harassment sex atau pelecehan seksual.

“Ini kan sudah disampaikan bahwa ketika ada hal-hal tersebut instansi ini harus memanggil sekolah yang bersangkutan untuk diberikan satu petunjuk-petunjuk yang memperkuat pengawasan di sekolah. Kalau di SMK menjadi kewenangan provinsi, yah.. tentu ini kita pertanyakan apakah sudah pernah dilakukan atau belum. karena masih muncul juga kasus-kasus seperti itu,”kata Sualang.

Anggota DPRD dari partai PDI Perjuangan ini juga mendorong agar kepala sekolah tersebut dipanggil untuk diberikan teguran.

“Tentunya kami mendorong agar supaya jika kepsek supaya dipanggil untuk diberikan teguran,” tegasnya.

Dirinya mengatakan munculnya kasus tersebut karena pihak sekolah kurang memberikan edukasi terkait pengaruh media sosial, yang banyak menyajikan konten yang berbau pornografi.

“Proteksi berupa edukasi atas pengaruh medsos dalam kurikulum juga diperlukan, sehingga siswa bisa memahami dan tidak melakukan tindakan melanggar hukum,” jelasnya.

DIKDA SULUT SERIUSI…

Ditempat terpisah, kepalah dinas pendidikan daerah (Dikda) Sulut, melalui kepalah bidang SMK Debby Mamangkey kepada media diruang kerjanya Selasa (10/3-2020) mengatakan Pada prinsipnya dinas pendidikan provinsi sangat menseriusi akan peristiwa video yang sementara viral dimedsos ini.

Dikda telah melakukan upaya tindakan berupa teguran keras melalui kepala sekolah maupun guru pengawas yang dinilai lalai dalam melakukan pengawasan terhadap aktifitas siswa di Sekolah.

Terkait proses yang sedang ditangani pihak kepolisian akibat kasus tersebut, Mamangkey mengatasnamakan kadis menyerahkan sepenuhnya kepada aparat hukum untuk melakukan tindakan sesuai prosedur yang berlaku.

“ Kami telah memberikan teguran keras kepada pihak sekolah terutama para siswa yang menjadi pelaku. ” ucapnya sambil mengingatkan seluruh sekolah agar lebih meningkatkan peran terutama guru kepala sekolah dan pengawas untuk selalu bersinergi terutama terkait tata tertib untuk siswa yang harus diberlakukan dengan tegas.

Lanjut Mamangkey “untuk selanjutnya kedepan sekolah-Sekolah akan di berlakukan ‘tertib Ponsel’ untuk siswa yang membawa  ponsel akan di simpan di loker-loker sekolah selama proses belajar mengajar”. Katanya.

Kami sangat prihatin dengan kejadian ini…dan berharap kejadian ini tidak akan terjadi di sekolah yang lain”. harap Mamangkey.

(Resa Sky)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here