IMG-20200403-WA0064

BINTANGSULUT.COM – Bulan K3 wajib menjadi momentum dalam menggerakan sebuah lompatan untuk melakukan terobosan dan inovasi-inovasi baru bagi keselamatan dan kesehatan kerja menghadapi tantangan dunia ketenagakerjaan yang makin kompleks. Karenanya diperlukan strategi pengendalian yang lebih efektif, efisien, dan inovatif dalam mencegah terjadinya kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja. Untuk itu, kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sulawesi Utara meminta semua pihak dapat melakukan upaya konkret terhadap pelaksanaan K3 di lingkungan masing-masing agar budaya K3 benar-benar terwujud di Sulut ini.

“Kita perlu melakukan lompatan dan terobosan dengan inovasi-inovasi baru, agar pelaksanaan K3 dapat terus diperkuat di tengah gerak perubahan masyarakat dan revolusi industri yang kian melesat,” kata kepala dinas Tenaga kerja Sulut Erni Tumundo.

 

Tumundo juga mengajak seluruh pemangku kepentingan, baik pengusaha, serikat pekerja, pekerja dan masyarakat, untuk terus meningkatkan pengawasan dan penyadaran akan pentingnya K3. Menurutnya, persoalan K3 hendaknya tidak hanya diingat dan dibahas saat terjadi kasus kecelakaan atau musibah di tempat kerja.

“Jangan sampai problem K3, baru mendapat perhatian saat korban berjatuhan. Jangan sampai kita baru peduli soal K3 ketika ada gugatan dari masyarakat atau keluarga korban, meski Ini berpotensi menyebabkan rendahnya kesadaran pentingnya perilaku selamat dalam bekerja,” katanya.

Lanjut kadis “kecelakaan kerja tidak hanya menyebabkan kematian, kerugian materi, moril dan pencemaran lingkungan, namun juga dapat mempengaruhi produktivitas dan kesejahteraan masyarakat. Kecelakaan kerja juga mempengaruhi indeks pembangunan manusia (IPM) dan indeks pembangunan ketenagakerjaan (IPK).

“Soal nyawa dan kesehatan manusia serta keselamatan adalah yang utama. Karena uang bisa dicari, karier bisa dikejar, namun keselamatan dan kesehatan sama sekali tak tergantikan. Untuk itulah maka K3 harus terus kita promosikan sebagai bagian penting dalam perlindungan tenaga kerja,” ucapnya.

Tumundo juga menegaskan K3 bukan hanya tanggung jawab para pengusaha dan pemerintah  Menurutnya, serikat pekerja/buruh juga wajib memberi perhatian dan mendorong agar K3 dapat dijalankan secara efektif.

“Karena ketenagakerjaan adalah bidang yang diotonomikan, sehingga pemerintah daerah memiliki kewenangan untuk melaksanakan dan mengontrol atas pelaksanaannya. Ini adalah soal kerja sama, koordinasi, saling mengawasi dan saling mengingatkan,”

Sementara itu Kabid Pengawasan Ketenagakerjaan Sandi Kaunang mengatakan acara ini bertujuan untuk memberikan motivasi kepada perusahaan-perusahaan, tenaga kerja, pemerintah dan masyarakat pada semua level dalam menerapkan program K3.

“Dulu orang menganggap K3 sebagai beban. Mulai hari ini harus kita jadikan K3 itu adalah budaya kita semua. Karena, dengan K3 akan meningkatkan kreativitas kita semua,” ujarnya.

Ditambahkanya pula sebagai pengawas kami akan  terus bergerak dan menindak para pelaku usaha yang tidak taat aturan”. Tutupnya.

(Resa Sky)

IMG-20200403-WA0064

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here